Istilah Dalam Ibadah Umroh Yang Wajib Dipahami Oleh Jamaah Yang Ingin Ibadah Umroh

Kategori │Umroh

Istilah Dalam Ibadah Umroh Yang Wajib Dipahami Oleh Jamaah Yang Ingin Ibadah Umroh - Ada sejumlah istilah dalam ibadah umrah yang wajib dicerna oleh jamaah. Memang tidak perlu cemas meski tidak hafal. Sebab, saat sering didengar dan dilaksanakan (jika istilah itu berupa amalan) di Tanah Suci maka istilah-istilah itu akan terbiasa. Namun betapa baiknya andai jamaah umroh semenjak di tanah air sudah mengetahui artinya.


Lihat juga :
> http://www.cruzroja.es/creforumvolint_en/user/profile/19510.page
> https://github.com/denatourumrah
> https://readthedocs.org/projects/denatourumrah
> https://www.kdpcommunity.com/s/profile/005f4000002iq6b
> https://disqus.com/by/denatourumrah
> https://gitlab.com/denatourumrah
> https://labs.maarch.org/denatourumrah
> https://gitlab.nektar.info/denatourumrah
> https://savannah.gnu.org/people/resume.php?user_id=123697
> https://www.surveymonkey.com/r/KPYCC5P

Istilah-istilah dalam ibadah umroh itu diantaranya sebagai berikut:

1.Ihram
Ihram merupakan berniat untuk mengawali mengerjakan ibadah umrah dengan menyampaikan lafadz niat dan menggunakan kain ihram. Lafadz niat umrah merupakan“Labbaika allahumma ‘umratan”. Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah umrah.

Niat memang lokasinya ada di dalam hati, bukan di lisan. Namun khusus guna ibadah umrah niat itu disunnahkan guna dilafadzkan/diucapkan dengan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT. Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam melafadzkan umrah dengan mengeraskan suara mereka. Namun demikian andai seseorang tidak melafadzkannya dan lumayan niat di dalam hati berarti ia sudah berniat. Ini dilaksanakan ketika sedang di miqat sesudah mandi, shalat sunnah dua rakaat dan mengenakan pakaian ihram.

Baca juga : Niatkanlah Menjalankan Ibadah Umroh Kepada Allah SWT

2.Pakaian ihram,
Pakaian ihram ialah pakaian yang mesti dikenakan pada ketika akan mengawali ihram. Bagi laki-laki berupa dua eksemplar kain tanpa berjahit. Satu eksemplar untuk menutupi badan unsur bawah dan satu eksemplar untuk menutupi badan unsur atas. Agar nyaman dan aman masih diizinkan menggunakan sabuk yang tidak berjahit guna mengencangkan kain ihrom unsur bawah. Warna kain ihrom disunahkan putih dan jangan diseprotkan wangi-wangian apapun. Termasuk pada saat membasuh dan mensetrika tidak boleh memakai wangi-wangian apapun. Kecuali terpaksa pasti saja.



Lihat juga :
> https://www.dell.com/community/user/viewprofilepage/user-id/3477171
> https://www.emailmeform.com/builder/form/HdbN38365ZfMT0X
> https://www.lexisnexis.com/lextalk/members/denatourumrah/default.aspx
> http://www.gamcare.org.uk/users/denatourumrah
> https://speakerdeck.com/denatourumrah
> https://www.liveinternet.ru/users/denatourumrah
> https://gitlab.cs.univie.ac.at/denatourumrah
> https://www.intensedebate.com/people/denatourumrah
> https://framasphere.org/people/4549b780427001364db42a0000053625
> https://www.wantedly.com/users/71650996

Sedang guna pakaian ihrom wanita, ialah baju kurung yang benar yang menutupi semua bagian tubuhnya kecuali telapak tangan dan muka. Jadi mulai dari ujung rambut hingga ujung jari kaki mesti tertutupi semua. Bahan baju mesti diacuhkan jangan tipis dan mesti longgar. Beda dengan kain ihrom guna pria, baju ihrom guna wanita boleh dijahit sebagaimana baju pada umumnya. Juga disunahkan memakai warna putih.

Baca juga : Tips Umroh Bagi Ibu Hamil Yang Membuat Ibadah Semakin Nyaman

3.Miqat
Miqat atau miqot ialah tempat atau masa-masa untuk mengawali berniat ihram. Miqat terdapat dua macam. Pertama miqat zamani, yakni waktu/bulan-bulan dilaksanakannya ibadah tersebut. Umumnya miqat zamani bersangkutan dengan ibadah haji, yakni bulan Syawal, Dzulqaidah dan Dzulhijjah hingga dengan tanggal 9 Dzulhijjah sebagaimana dinamakan di dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 189 dan 197. Khusus guna ibadah haji miqat zamani ini jangan dilanggar. Sementara waktu guna ibadah umroh kapan saja, kecuali tanggal dan bulan tersebut.

Kedua ialah miqat makani yakni tempat-tempat yang ditentukan untuk mengawali berniat mengemban ibadah umrah. Tempat-tempat tersebut bertolak belakang sesuai dengan darimana datangnya jamaah umroh. Secara keseluruhan, miqat itu ditentukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam didalam haditsnya,

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menentukan miqah bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifa, bagi penduduk syam di Juhfah, bagi penduduk Najd di Qarnul Manazil, bagi penduduk Yaman di Yalamlam. Dan beliau saw berkata, tempat-tempat miqat ini bagi masing-masing penduduk tersebut dan bagi orang-orang yang melewatinya dari selain penduduknya, yaitu bagi orang-orang yang berhaji dan umrah. Barangsiapa yang lebih dekat (ke Mekah) dari tempat-tempat (miqat) tersebut maka (miqatnya) darimana dia berada hingga bagi penduduk Mekah (maka miqatnya) dari Mekah”. (HR Bukhari dan Muslim)

Semua lokasi itu ialah tempat ihram untuk penduduk lokasi tersebut dan untuk penduduk beda yang datang ke tempat-tempat tersebut dan bermaksud untuk menggarap ibadah umrah. Berdasarkan dari hadits diatas dan sejumlah hadist beda maka ihram itu dapat dilaksanakan pada tempat-tempat sebagai berikut:

1.Dzul Hulaifah (lebih populer disebut dengan Bi’r Ali) untuk jamaah yang berangkat dari arah Madinah.
2.Juhfah untuk jamaah yang datang dari arah Mesir dan Syria.
3.Qarnul Manazil untuk jamaah haji yang berasal dari arah Najd.
4.Yalamlam untuk jamaah yang datang dari arah Yaman.
5.Dzatu ‘Irqin untuk jamaah dari arah Irak dan Makkah untuk jamaah haji yang sudah berada di Mekah.

Semua jamaah umroh mesti ihram di miqat-miqat yang sudah ditentukan tersebut. Bagaimana dengan jamaah umroh Indonesia? Untuk jamaah yang berangkat dari Indonesia dengan memakai pesawat terbang (karena kini sudah tidak terdapat lagi yang naik kapal laut) dapat memungut miqat dari Dzul Hulaifah / Bi’r’Ali. Tempat miqat ini ialah bagi jamaah yang saat datang ke tanah suci langsung berziarah ke Madinah. Mereka biasanya ialah jamaah umroh yang berangkat umroh dengan rute ke Madinah dahulu. Mereka sekitar 3-6 hari sedang di Madinah (sesuai paket umrohnnya) guna beribadah dan berziarah ke makam Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dan semua sahabat. Kemudian andai waktunya sudah tiba guna ibadah umroh, jamaah pergi ke Mekah guna umrah dengan mengemudikan bus. Lalu berhenti di Bi’r Ali guna ihram dan berniat umroh.

Jamaah umroh Indonesia yang berangkat ibadah umroh dengan rute langsung ke Mekkah, dengan landing di Bandara King Abdul Azis Jeddah, maka jamaah umroh mengerjakan ihram diatas pesawat terbang, saat mengarungi Qarnul Manazil, sekitar separuh jam sebelum pesawat terbang mendarat. Sedangkan menurut sejumlah pendapat, boleh berihram di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, menurut pada “hadwa miqat” (searah dengan miqat), sebagaimana diberikan contoh oleh ‘Umar bin Khatab dalam memutuskan Dzatu ‘Irqin. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memfatwakan dibolehkannya ihrom dari bandara King Abdul Aziz Jeddah

Lihat juga :
> https://bible.org/users/denatourumrah
> https://www.threadsmagazine.com/profile/denatourumrah
> http://languagebox.ac.uk/profile/7164
> https://about.me/denatourumrah
> http://pixelhub.me/denatourumrah
> https://twinoid.com/user/9762833
> https://framagit.org/denatourumrah
> https://colivre.net/denatourumrah/wisata-muslim-australia-tour-idul-fitri
> https://www.referralkey.com/denatourumrah
> https://logopond.com/denatourumrah/profile/293809

4.Thawaf
Thawaf atau tawaf ialah mengelilingi Ka’bah sejumlah 7 putaran. Dimulai dari arah garis Hajar Aswad dan selesai di arah garis Hajar Aswad pula dengan posisi Ka’bah sedang di sebelah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam). Garis Hajar Aswad dapat ditandai dengan garis lurus dari Hajar Aswad mengarah ke dinding Masjidil Haram yang ditandai dengan lampu hijau. Thawaf mesti dilaksanakan dalam suasana suci dari hadats dan najis.

Pada saat mengawali thawaf di garis sejajar Hajar Aswad, jamaah disunahkan menengokkan pundak dan kepalannya ke arah Hajar Aswad. Bersamaan dengan tersebut mengusung atau melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad kemudian menciumnya. Pada ketika melambaikan atau mengusung tangan itu disertai menyampaikan lafadz: “Bismillahi Allahu Akbar” lalu mencium tangannya. Gerakan ini disebut dengan isti’lam. Kegiatan tersebut dilakukan jamaah umroh setiap kali melewati Hajar Aswad.

Jamaah umroh dari Indonesia seringkali berombongan dan dipimpin seorang muthowif. Saat mengawali thawaf umumnya berjajar 3-4 baris ke belakang. Muthowif seringkali di depan dan mengawali thawaf dengan sesudah sampai garis Hajar Aswad. Nah jamaah yang berada di deretan belakang pastinya belum sehaluan dengan garis Hajar Aswad. Oleh karean tersebut harus nenunggu dulu hingga dirinya berada tepat segaris dengan Hajar Aswad, lantas baru mengawali thawaf. Begitu seterusnya setiap berlalu satu putaran dan mengawali putaran berikutnya.

Sebenarnya disunnahkan guna menyentuh Hajar Aswad masing-masing kali mengawali putaran thawaf. Namun sebab banyaknya jamaah yang mengerjakan thawaf maka urusan itu akan sulit dilaksanakan seluruh jamaah. Oleh sebab itu, diizinkan melakukan isti’lam.

Ketika putaran thawaf hingga pada rukun (sudut) Yamani, pun disunahkan guna mengusap dinding Ka’bah. Namun pun karena banyaknya jamaah umroh yang berthawaf maka diizinkan melakukan isti’lam.

Selama mengerjakan thawaf mengelilingi Ka’bah tidak terdapat doa atau dzikir yang diputuskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, jadi anda boleh berdoa dan berdzikir apapun. Tentunya doa yang baik-baik dan tidak sedikit istigfar. Mengingat doa-doa anda besar peluannya terkabul maka berdoalah yang besar-besar dan berat-berat.

Misalnya berdoa guna meraih khusnul khotimah, dimudahkan pada ketika sakaratul maut, diringankan dalam siksa kubur, dan meraih surga firdaus. Selanjutnya berdoa guna kesejahteraan hidup di dunia, dihindarkan dari fitnah dunia, diserahkan rejeki yang cukup, halal dan thoyibah, serta dianugerahkan kesehatan dan usia panjang yang berfungsi penuh barokah. Selanjutnya berdoa guna suami atau isteri, orang tua, anak-anak, dan family dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Jangan tak sempat mendoakan tetangga, sahabat, rekan sekantor, temen sepermainan, semua guru, dosen dan ustadz yang telah menuntun kita, dan siapapun yang pernah bersangkutan dengan kita. Doakan pun orang-orang yang barangkali pernah menyakiti dan mendzolimi anda supaya dimaafkan dan mendapat hidayah.

Meski diizinkan ngobrol selayaknya tidak dilaksanakan kecuali yang perlu. Misalnya perintah-perintah atau pertanyaan-pertanyaan urgen dari pembimbing. Doa yang disunnahkan ialah ketika jamaah umroh melalui rukun Yamani mengarah ke rukun Hajar Aswad. Jamaah disunnahkan menyimak doa sapu jagat.

Thawaf ada sejumlah macam yaitu:
1.Thawaf Qudum ialah ibadah thawaf saat kesatu kali datang, sebagai pengganti shalat tahiyatul masjid di Masjidil Haram. Untuk jamaah umroh dan yang mengemban haji Tamattu’ tidak butuh thawaf qudum sebab sudah tergolong dalam thawaf umrah.
2.Thawaf Ifadhah yakni ibadah thawaf sebagai rukun haji yang mesti dilaksanakan. Thawaf ifadhah dilanjutkan dengan sa’i dan tahallul. Dalam susunan ibadah umroh tidak terdapat thawaf ifadhah.
3.Thawaf Wada yakni ibadah thawaf yang dilaksanakan ketika jamaah berkeinginan meninggalkan Baitullah, Masjidil Haram maupun kota Makkah, guna kembali kembali ke tanah air atau meneruskan ziarah ke Madinah. Hal ini sebagai penghormatan terakhir. Hukumnya ialah sunah. Thawaf wada tidak dibuntuti dengan sa’i.
4.Thawaf Sunnah ialah ibadah thawaf yang dapat digarap setiap saat. Thawaf sunnah tidak butuh diiringi dengan sa’i.

5.Sa’i
Sa’i ialah berjalan dari bukit Shafa ke Marwa, lantas sebaliknya dari Marwa ke Shafa sejumlah 7 kali. Dimulai dari bukit Shafa dan selesai di bukit Marwa (berjalan dari bukit Shafa ke Marwa dihitung 1x putaran). Sa’i mesti didahului dengan thawaf tetapi tidak disyaratkan suci. Meski begitu usahakan dilakaukan dalam suasana suci sebab sedang beribadah.

Diantara bukit Shofa dan bukit Marwa terdapat lampu hijau, dimana lampu itu sebagai tanda untuk jamaah untuk mengerjakan lari-lari kecil, khusus guna jamaah umroh laki-laki. Jadi masing-masing jamaah umroh melalui batas lampu hijau itu maka hendaknya mengerjakan lari-lari kecil.

Ada doa yang disunnahkan saat jamaah sedang di bukit Shofa dan bukit Marwa. Hendaknya tidak dilewatkan sebab di kedua bukit ini adalahtempat-tempat yang mustajab guna berdoa.

Lihat juga :
> http://myfolio.com/denatourumrah
> https://www.fontshop.com/people/dena-tour-umrah
> http://en.clubcooee.com/users/view/denatourumrah
> https://bandcamp.com/denatourumrah
> http://www.dannychoo.com/en/profile/denatourumrah
> https://slides.com/denatourumrah
> https://www.behance.net/denatourumrah
> https://medium.com/@denatourumrah
> https://sketchfab.com/denatourumrah
> https://codepen.io/denatourumrah

6.Tahallul
Tahallul merupakan dihalalkannya larangan-larangan ihram ibadah umrah dengan teknik mencukur beberapa rambut atau seluruhnya alias cukur gundul khususnya untuk pria. Bagi wanita lumayan memotong beberapa kecil rambut saja. Untuk jamaah umroh, dengan mengerjakan tahallul ini berarti berlalu sudah seluruh susunan ibadah umroh dan hal-hal yang dilarang sekitar ihrom pulang dihalalkan.

Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam. berdoa guna memintakan ampun untuk mereka yang memotong gundul rambutnya hingga tiga kali. Pada kali keempat, barulah beliau mendoakan orang yang melulu menggunting beberapa rambutnya. Pada upacara aqiqah, Rasulullah pun mengajak umatnya uuntuk cukur berakhir rambut bayi berumur tujuh hari. Di samping sebagai ekspresi taat untuk Rasulullah Saw., barangkali ada hikmah beda dari perintah memotong rambut ini.

Demikian persiapan ibadah umroh cocok dengan sunnah Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam, semoga bermafaat dalam memantapkan niat kita guna berangkat umroh, aamiin.

Selain Itu Denatour Juga Melayani Segala Tour dan Umroh dibawah ini :
Umroh tahun Baru VIP
Umroh Desember VIP
Umrah Promo Tahun Baru
Umroh Promo Desember
Umroh Turki Tahun Baru
Umroh Dubai Tahun Baru
Umroh Al Aqsa Tahun Baru
Umroh Plus Rusia Scandinavia
Umroh plus Eropa Tahun Baru
Umroh plus Spain Maroco
Tour Eropa Muslim Promo
Tour Turki Promo
Tour Turki Cairo Alexandria
Tour Korea Korea Muslim
Tour Jepang Muslim Tahun Baru
Tour China Muslim Tahun Baru
Tour Korea Uzbekistan
Tour Amerika Muslim
Tour Australia Muslim
Tour Hongkong Shenzen Macau
Tour Amerika Canada
Tour Australia New Zealand
Tour Rusia Balkan

Untuk keterangan umroh desember 2018 lebih lanjut, Silakan Kontak Dena Tour Travel (Berpengalaman 23 Tahun) : Jl. Condet Pejaten No. 16, Pejaten Barat, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12510

(Chat WhatsApp) Abdullah HP – WA : 0878-7745-7475 atau Khusnul HP – WA : 0813-1649-3669 atau ask@denatours.com

Web Web Resmi Kami :
https://www.denaumrah.com
https://www.denaumroh.com
https://denatour.co.id



  • Artikel (Umroh)dari kategori yang sama


    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.
     

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Istilah Dalam Ibadah Umroh Yang Wajib Dipahami Oleh Jamaah Yang Ingin Ibadah Umroh
      Komentar(0)